BMW Mulai Hadir di Medan

BMW Group Indonesia menambah jaringan ritel dengan membuka diler BMW di Medan, Sumatera Utara, Jumat (18/11/2016). Dana sekitar Rp 60 miliar telah digelontorkan buat pembangunan, menggandeng mitra lokal PT Artha Motor Lestari sebagai pengelola.

Diler baru ini melayani penjualan mobil, servis, dan suku cadang di fasilitas bangunan seluas 4.500 m². Diler memiliki delapan workbay serta fasilitas khusus untuk pengerjaan wheel alignment dan balancing. Selain itu juga tersedia brake tester yang hanya tersedia di diler ini.

Karen Lim, Presiden Direktur BMW Group Indonesia menerangkan dalam rilis resmi untuk media, diler didukung 30 tenaga kerja. Peresmian diler di Medan menunjukan komitmen BMW Group Indonesia, kata Karen.

“Peresmian showroom BMW dari PT Artha Motor Lestari Medan menunjukan komitmen BMW Group Indonesia bersama PT Artha Motor Lestari selaku pengelola showroom untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam memenuhi kepuasan pelanggan kami,” ujar Karen.

Tjundaka, Direktur PT Artha Motor Lestari mengatakan keinginannya memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik dari merek BMW. Dia menjelakan BMW Medan hadir dengan garansi tiga tahun tanpa batasan jaraktempuh.

“Seluruh kendaraan BMW juga dilengkapi dengan BMW Group Tire Coverage, memberikan penggantian ban hingga 4 ban per tahun tanpa biaya, serta BMW Service Inclusive yang memberikan perawatan bebas biaya selama 5 tahun atau 60.000 km,” urai Tjundaka.

“Monster Hijau” Rubicon 6×6 dari Los Angeles

Grup Garansindo memang sengaja mengundang dua media nasional, salah satunya KompasOtomotif untuk meliput ajang peluncuran global perdana, Jeep Compass di Los Angeles Auto Show 2016. Tetapi ternyata undangan ekslusif ini bukan cuma meliput pameran, tetapi mobil modifikasi Jeep Wrangler Rubicon berpenggerak 6×6 karya rumah modifikasi Wild Boar Off Road asal Huntington Beach, Los Angeles, California.

Saat pertama kali melihat sosok monster berkelir permen hijau ini, kami terpukau. Apalagi ketika mesin dinyalakan, raungan mesin HEMI 6.4 liter supercharge yang sudah di-remapping ulang berpadu dengan transmisi manual 6-percepatan dengan sentuhan upgrade dari Wild Boar, mampu menyita perhatian hampir seluruh orang yang ada di sekitar mobil ini. Faktanya, tanpa modifikasi tambahan, mesin ini mampu menghantarkan tenaga sampai 500 tk.
Agung Kurniawan/KompasOtomotif
Mesin HEMI 6.4 liter Supercharged.

“Ini merupakan karya engineer, hasil kreasi saya. Memastikan poros keenam roda supaya bisa bekerja maksimal menyalurkan tenaga dari mesin HEMI yang ada dibalik kap mesin,” kata Matt Hunt dari Hunt4Speed, pemodifikasi yang terafiliasi dengan Wild Boar Off Road saat berbicara dengan KompasOtomotif, Minggu (20/11/2016).
Hampir seluruh bagian Jeep Rubicon lansiran 2014 ini mengalami ubahan. Perpanjangan sasis, bodi, sampai interior semuanya serba custom alias dibuat ulang.

Kaki-Kaki

Urusan kaki-kaki dipercayakan menggunakan suspensi dari KING berukuran 2.5 dengan pengaturan kompresi, bisa menyesuaikan keras-lembutnya goncangan ke dalam kabin. Guna menopang kerja suspensi, juga ditambahkan peredam tambahan (bump stop) juga dari KING, sehingga tidak terjadi gejala mentok sekaligus membuat usia peredam kejut jadi lebih lama.

Agung Kurniawan/KompasOtomotif
Pelek mengandalkan pasokan dari Fuel Wheels.
Pelek dari Fuel Wheels berkelir hitam dengan ornamen krom berbalut ban Toyo M/T 35×12.5×17 Open Country untuk dua medan, jalan dan medan berat (on and off road) menjadikan indentitas mobil ini jadi lebih tegas.

“Rintangan utama adalah membuat sistem penggerak 6×6 bisa berkerja maksimal. Tidak semua orang bisa melakukan ini dan kami beberapa di antaranya,” kata Matt.

Interior

Urusan interior juga bukan sembarangan. Semua lapisan jok, door trim, sampai lingkar kemudi diubah total. Bahan kulit mengombinasikan kelir hijau dan hitam sengaja dipilih agar sesuai dengan warna bodi. Bordir Wild Boar pada tiap sandaran kepala.

Wisnu Guntoro
Interior Jeep Wrangler Rubicon 6×6.
“Modifikasi mobil ini sangat langka, bisa dibilang akan jadi satu-satunya di Indonesia nanti,” kata Harun Sjech, Direktur Penjualan dan Pengembangan Jaringan Garansindo Inter Global.

Harun menjelaskan, mobil ini merupakan pesanan khusus salah satu konsumennya di Bogor, Jawa Barat. Ketika ditanya berapa total biaya yang dikeluarkan untuk mewujudkan modifikasi ini, Harun belum mau menjelaskan lebih lanjut.

“Soal biaya belum bisa disebut. Tetapi, kalau ada yang mau pesan, bisa dilakukan kapan saja ke jaringan Garansindo di seluruh Indonesia,” kata Harun.

Cara Jitu Mengenali ”Mobil Capek”

Jangan gampang terbuai dengan godaan km rendah pada mobil bekas. Hati-hati, banyak penipuan yang dilakukan oknum nakal pedagang untuk memutar mundur odometer, dibuat seolah-olah mobil ”muda” kembali dengan iming-iming ”jarang pakai”.

Manipulasi odometer cukup merugikan pengguna mobil bekas. Karena dari angka-angka yang tertera pada panel meter itu, pemilik baru bisa membayangkan, seharusnya mobil yang akan dibeli sudah melakukan servis rutin berapa kali, atau menandai komponen apa saja yang sudah diganti.

”Kan kelihatan, kalau odometer sudah 100.000 km, berarti sudah dua kali servis besar (40.000 km dan 80.000 km). Komponen yang harus diganti termasuk oli-oli harusnya terdeteksi. Kalau diputar (mundur), pemilik baru susah mencari panduannya,” ujar Rusdi Sopandi, Manajer Mekanik Misterbrum.id, (21/11/2016).

Rusdi juga mengatakan bahwa sebenarnya sangat sulit mendeteksi odometer yang asli atau sudah diputar mundur. Kecuali, mobil bekas yang akan dijual selalu servis rutin di bengkel resmi. Dari sinilah sejarah servis bisa diketahui plus jarak tempuh terakhir.

Kalau pun servis tidak di bengkel resmi, atau mobil sudah melewati masa garansi servis? Cara mengeceknya secara manual berdasarkan feeling. Begini langkah yang harus diikuti:

1. Langkah pertama, selalu tanyakan sejarah servis. Kalau pun setelah km tertentu tak lagi servis di bengkel resmi, paling tidak ada di buku panduan servis (konsumen pasti menggunakan layanan jatah servis gratis untuk beberapa kali), kapan mobil yang akan dibeli terakhir masuk bengkel resmi dan lihat jadwal servis rutin saat mobil pada posisi km berapa.

”Misalnya servis terakhir di bengkel resmi 80.000 km. Tapi saat dijual km masih 80.000 atau di bawahnya, sudah pasti diputar,” kata Rusdi.

2. Lihat interior. Ternyata di sinilah banyak ditemukan kejanggalan jika mobil diklaim muda, namun kondisinya tidak mencerminakan kendaraan jarang pakai. Misalnya tekstur setir yang sudah mulai halus atau pudar. Kalau yang dilapisi kulit, sudah mulai banyak mengelupas.

Hal kedua, dari sisi interior bisa dilihat dari kondisi jok pengemudi. Biasanya, kalau mobil sudah sering dipakai, jok sedikti lebih ambles ketimbang sebelahnya. Taruhlah rasa curiga jika menemukan kondisi seperti ini.

3. Kalau mobil masih muda usia, atau misalnya pedagang mengatakan mobil masih 25.000 km, tapi ban standar sudah diganti dengan kode produksi baru meski pakai pelek yang sama, bisa jadi pedagang mulai bohong.

Penjualan Mobil Jepang di Amerika Utara Melambat

Perlambatan di pasar Amerika Utara untuk merek mobil asal Jepang, semakin muncul ke permukaan. Tahun ini pertumbuhan penjualan tidak secepat tiga tahun belakangan, mengutip Nikkei, Selasa (22/11/2016).

Berubahnya demand ke arah mobil besar nampaknya jadi faktor kunci, di mana segmen tersebut menjadi keahlian dari merek-merek asal Amerika. Semakin populernya mobil besar juga merupakan imbas dari harga minyak yang murah.

Jika perlambatan berlanjut, pabrikan Jepang bisa sangat besar. Pasalnya pasar Amerika Utara menghasilkan penjualan terbesar mereka.

Toyota memperkirakan penjualan di Amerika Utara jatuh 0,6 persen menjadi 2.820.000 unit pada tahun fiskal 2016, di mana ini merupakan penurunan pertama dalam lima tahun. Penurunan penjualan (year on year) juga diprediksi bakal menimpa Nissan Motor, Honda Motor, Mazda Motor dan Mitsubishi Motors, kecuali Fuji Heavy Industries produsen Subaru, yang punya penjualan sehat dari SUV-nya.

Pasar Amerika Utara untuk mobil baru pulih setelah tragedi Lehman Shock di 2008. Penjualan tumbuh selama enam tahun berturut-turut mulai 2010. Total penjualan mencapai rekor tinggi 17.470.000 unit pada 2015.

Suzuki ”Recall” Inazuma karena Korosi

GW250 atau yang juga dikenal sebagai Inazuma di-recall oleh Suzuki di Amerika Serikat. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) atau lembaga keselamatan jalan raya menemukan masalah terkait rembesan air ke konektor lampu rem.

Setelah dianalisis lebih lanjut, air yang merembes ke wiring harness (kumpulan kabel yang diikat) dikhawatirkan membuat soket saklar lampu rem mengalami korosi. Paling buruk, efeknya akan melanda lampu utama dan lampu belakang gagal menyala.

Masalah ini ditemukan pada GW250 model 2013, 2015, dan 2017. Total sepeda motor yang terlibat dalam recall ini mencapai 1.890 unit.

Seperti prosedur yang selalu dilakukan pabrikan, Suzuki akan menghubungi satu per satu konsumen yang sepeda motornya terkena recall.

Setelah itu, diler akan memasang peranti switch lampu rem, lalu diberi perlindungan khusus agar aman dari air, dan tentunya semua perbaikan itu tak ditarik biaya.

Kegiatan recall mulai dilakukan pada 23 November 2016. Belum ada informasi, apakah Inazuma di Indonesia juga akan dikenai prosedur serupa.

Ini Deretan Merek Jepang dengan “Rapor Merah”

Di Indonesia, pasar otomotif roda empat masih didominasi oleh merek asal Jepang. Bukan hanya dari banyaknya jumlah merek, tapi juga penjualan yang besar, dibanding produsen dari wilayah lain, seperti misalnya Eropa dan Amerika.

Namun, dari 13 pemain Jepang yang bertaruh di Indonesia, tidak semuanya bernasib baik. Terutama sepanjang sepuluh bulan tahun ini (Januari-Oktober 2016). Jika melihat data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ada tujuh merek yang performanya jeblok, dibanding 2015.
Ghulam/KompasOtomotif
Rapor merah untuk beberapa merek Jepang.
Secara keseluruhan, dibanding dengan penjualan tahun lalu (Januari-Oktober), performa kendaraan roda empat di Indonesia mengalami peningkatan, dari 853.089 unit menjadi 874.703 unit di 2016, atau naik 2,53 persen. Meski kecil, ini tetap menjadi kabar baik yang sedikit menumbuhkan benih optimisme.